KOLAKA, WHITEBALANCE.ID — Semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dikobarkan keluarga besar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Kolaka melalui kegiatan lomba rakyat yang melibatkan kader, keluarga besar partai dan masyarakat.
Mengusung semangat “Wujudkan Ekonomi, Tegakkan Keadilan dan Menjaga Demokrasi”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, gotong royong, kepedulian sosial dan demokrasi di tengah masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian semangat menyongsong HUT Partai Demokrat tahun 2026, dengan menempatkan nilai kebangsaan sebagai bagian penting dari perjalanan politik dan pengabdian partai kepada masyarakat.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kolaka, Djabir Teto Lahukuwowo, S.Pi., S.H., mengatakan perayaan kemerdekaan harus mampu diterjemahkan dalam kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, kemerdekaan bukan hanya momentum untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kebersamaan dan membangun kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
“Semangat kemerdekaan itu adalah semangat 45. Semangat untuk bersatu, bergotong royong dan bersama-sama membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Karena itu, kegiatan seperti ini bukan hanya lomba untuk bersenang-senang, tetapi bagaimana kita menghidupkan kembali semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Djabir.
Ia menjelaskan, sejumlah permainan rakyat yang digelar memiliki pesan yang erat dengan kehidupan sosial. Permainan seperti bola gotong dan balap engrang, misalnya, membutuhkan kekompakan, komunikasi, keseimbangan, keberanian serta kemampuan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Bagi Djabir, nilai tersebut sangat relevan dengan kehidupan berbangsa dan berdemokrasi.
“Bola gotong mengajarkan kepada kita bahwa sebuah tujuan tidak bisa dicapai sendiri. Harus ada kerja sama. Balap engrang mengajarkan keseimbangan, konsentrasi dan keberanian. Nilai-nilai sederhana seperti ini sebenarnya adalah bagian dari pendidikan karakter dan pendidikan kebangsaan,” katanya.
Djabir menilai semangat gotong royong yang menjadi salah satu kekuatan bangsa Indonesia harus terus dipelihara, termasuk dalam kehidupan sosial, ekonomi maupun politik.
Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh membuat masyarakat kehilangan budaya kebersamaan yang telah menjadi bagian dari identitas bangsa.
“Jangan sampai kemajuan zaman membuat kita semakin individualistis. Kita harus tetap menjaga budaya gotong royong. Indonesia dibangun dengan kekuatan bersama, bukan oleh satu orang atau satu kelompok saja,” tegasnya.
Ia juga menilai kegiatan yang menghadirkan masyarakat dalam suasana santai dan penuh kegembiraan dapat menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi lintas kelompok.
Perbedaan pilihan politik, kata dia, tidak semestinya menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan.
“Demokrasi boleh berbeda pilihan, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi kita tetap satu sebagai masyarakat Kolaka dan sebagai bangsa Indonesia,” ungkap Djabir.
Selain memperkuat persatuan dan gotong royong, kegiatan kemerdekaan tersebut juga dinilai memiliki dimensi ekonomi.
Djabir mengatakan, setiap kegiatan yang menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar seharusnya dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha kecil dan UMKM di sekitarnya.
Pedagang makanan, minuman, produk lokal, kerajinan maupun usaha rumahan dapat memperoleh ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus mendapatkan tambahan pendapatan.
“Kita ingin semangat kemerdekaan ini juga dirasakan secara ekonomi oleh masyarakat. Kalau ada kegiatan yang menghadirkan masyarakat, maka UMKM harus mendapatkan kesempatan. Pedagang kecil harus ikut merasakan manfaatnya. Ini bagian dari ekonomi kerakyatan,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan ekonomi masyarakat tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Langkah sederhana seperti memberikan ruang kepada pelaku UMKM dalam berbagai kegiatan masyarakat juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi lokal.
“Ekonomi kerakyatan itu sederhana. Bagaimana uang yang berputar dalam kegiatan masyarakat bisa kembali dirasakan oleh masyarakat. Produk lokal dibeli, pedagang kecil mendapatkan penghasilan dan UMKM mendapatkan ruang untuk berkembang,” tuturnya.
Dalam konteks perayaan kemerdekaan, Djabir juga menekankan pentingnya menjaga permainan tradisional dan kearifan lokal.
Menurutnya, permainan rakyat merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu dikenalkan kepada generasi muda.
Kegiatan kemerdekaan, kata dia, dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan generasi muda dengan berbagai bentuk permainan dan tradisi masyarakat yang mulai tergerus perkembangan teknologi.
“Kita ingin anak-anak dan generasi muda tidak hanya mengenal permainan melalui telepon genggam. Mereka juga harus mengenal permainan rakyat, budaya dan tradisi kita. Karena di situlah ada nilai kebersamaan, sportivitas dan identitas daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kearifan lokal tidak seharusnya hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi dapat dikembangkan menjadi kekuatan sosial, budaya bahkan ekonomi.
Jika dikemas dengan baik, budaya lokal dapat menjadi bagian dari pengembangan kreativitas masyarakat dan potensi ekonomi daerah.
Tema “Wujudkan Ekonomi, Tegakkan Keadilan dan Menjaga Demokrasi” menjadi pesan penting yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.
Djabir menjelaskan bahwa ketiga hal tersebut memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan.
Ekonomi harus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. Keadilan memastikan kesempatan tersebut dapat dirasakan secara lebih merata, sementara demokrasi memberikan ruang kepada masyarakat untuk berpartisipasi dan menyampaikan aspirasi.
“Ekonomi, keadilan dan demokrasi itu tidak bisa dipisahkan. Kita ingin masyarakat memiliki kesempatan untuk hidup lebih baik, mendapatkan perlakuan yang adil dan memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi. Itulah demokrasi yang harus kita rawat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Partai Demokrat harus terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika momentum politik datang, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kebangsaan.
“Partai politik harus dekat dengan rakyat. Kita tidak boleh hanya hadir ketika membutuhkan suara rakyat. Kita harus hadir ketika masyarakat membutuhkan kebersamaan, membutuhkan ruang untuk beraktivitas dan membutuhkan perhatian,” tegas Djabir.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 sekaligus menjadi bagian dari semangat menyongsong HUT Partai Demokrat.
Djabir mengatakan, perjalanan Partai Demokrat harus selalu ditempatkan dalam kerangka pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
Semangat kemerdekaan, menurutnya, menjadi inspirasi agar kader Demokrat terus menjaga nilai-nilai persatuan, kebangsaan, keadilan dan demokrasi.
“Menyongsong HUT Partai Demokrat tahun ini, kita ingin seluruh kader semakin memahami bahwa politik pada akhirnya adalah tentang pengabdian. Kekuasaan bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana keberadaan kita memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara kader Demokrat dengan masyarakat.
“Kita ingin kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi. Kita bergembira bersama, tetapi di balik kegembiraan itu ada pesan yang ingin kita sampaikan: mari kita jaga persatuan, hidupkan gotong royong, kuatkan ekonomi rakyat dan rawat demokrasi,” tambahnya.
Semangat kemerdekaan, pada akhirnya, tidak cukup hanya diwujudkan melalui kibaran Merah Putih dan perlombaan rakyat.
Kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata untuk menghadirkan kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Jika para pahlawan dahulu berjuang merebut kemerdekaan dari penjajahan, maka generasi hari ini memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan dengan melawan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, seperti kemiskinan, ketimpangan, keterbelakangan, perpecahan dan ketidakadilan.
Djabir menegaskan, semangat tersebut harus dimulai dari lingkungan paling dekat.
“Kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi harus dihidupkan. Caranya bisa dimulai dari hal-hal sederhana: saling menghargai, menjaga persaudaraan, membantu sesama, menghidupkan gotong royong dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkembang,” pungkasnya.
Dari lapangan tempat perlombaan berlangsung, dari tawa anak-anak dan keluarga, dari kader yang berkumpul hingga aktivitas pelaku UMKM, seluruh rangkaian kegiatan tersebut membawa pesan yang sama: kemerdekaan akan terus hidup ketika persatuan dijaga, gotong royong dipelihara, ekonomi rakyat diperkuat, keadilan ditegakkan dan demokrasi dirawat bersama.
Semangat itulah yang hendak dikobarkan keluarga besar DPC Partai Demokrat Kabupaten Kolaka dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyongsong HUT Partai Demokrat 2026.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Kobarkan Semangat 45.
Wujudkan Ekonomi, Tegakkan Keadilan dan Jaga Demokrasi.
Merdeka!






Tidak ada Respon