KUA Kolono Luncurkan Gerakan Generasi Emas 2045

hsupyan10@gmail.com

KONAWE SELATAN, WHITEBALANCE.ID – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kolono bersama KUA Kolono Timur, kepala sekolah SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Kolono dan Kolono Timur, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), serta unsur Forkopimcam akan meluncurkan Gerakan “Generasi Sehat, Cerdas, Berakhlakul Karimah Menuju Konawe Selatan SETARA, Mewujudkan Indonesia Emas 2045” pada Selasa, 2 Juni 2026.

Kegiatan yang diprakarsai oleh KUA Kecamatan Kolono ini menjadi langkah konkret dalam membangun karakter generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia sebagai fondasi utama mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Kepala KUA Kecamatan Kolono, Sabaruddin, SH., MH, mengatakan bahwa visi Indonesia Emas 2045 menargetkan Indonesia menjadi negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur. Untuk mewujudkannya, diperlukan generasi penerus yang memiliki kualitas kesehatan, kecerdasan, dan akhlak yang baik.

“Generasi muda adalah pelanjut estafet kepemimpinan bangsa. Mereka yang nantinya menjadi pelaku utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Karena itu, kita harus memastikan mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlakul karimah,” ujar Sabaruddin.

Menurutnya, saat ini terdapat berbagai tantangan yang dapat menghambat lahirnya generasi ideal. Tantangan tersebut dirangkum dalam akronim PERNAH KEPO BESTI, yaitu pergaulan bebas, narkoba, hamil sebelum nikah, kenakalan remaja, pornografi, berita hoaks, stunting, dan intoleransi.

“Jika dicermati, fenomena-fenomena ini sudah menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan bersama. Kami mengibaratkannya seperti penyakit yang sudah memasuki stadium akhir sehingga perlu langkah nyata, sistematis, dan melibatkan seluruh komponen masyarakat,” katanya.

Sabaruddin menjelaskan bahwa kegelisahan terhadap kondisi generasi saat ini menjadi inspirasi lahirnya gerakan tersebut. Ia menilai mustahil Indonesia Emas dapat terwujud apabila generasi penerus mengalami berbagai persoalan moral, sosial, dan kesehatan.

Baca Juga :  Wakil Bupati Konawe Selatan Lepas Kafilah MTQ XXXI Sultra, Optimistis Raih Prestasi dan Harumkan Daerah

“Mustahil kita bisa mewujudkan Indonesia Emas jika generasinya sakit, kurang berpendidikan, dan memiliki akhlak yang buruk. Karena itu, launching gerakan ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bersama sekaligus menghadirkan solusi nyata,” tegasnya.

Ia menambahkan, gerakan ini bukan hanya seremonial semata. Setelah peluncuran, program akan dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan dan edukasi secara berkelanjutan di sekolah-sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA di Kecamatan Kolono dan Kolono Timur.

“Pasca-launching, kami akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan kepada para pelajar. Tujuannya agar mereka memahami bahaya pergaulan bebas, narkoba, hoaks, pornografi, serta pentingnya menjaga kesehatan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sabaruddin menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dan menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun generasi masa depan.

“Ini bukan kegiatan KUA semata. Ini adalah gerakan bersama yang melibatkan kepala sekolah, guru agama, PGRI Kolono dan Kolono Timur, serta Forkopimcam. KUA hanya menjadi pemrakarsa, sedangkan keberhasilannya bergantung pada dukungan dan partisipasi semua pihak,” jelasnya.

Pendanaan kegiatan juga dilakukan secara swadaya sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, seluruh pihak menunjukkan kepedulian yang tinggi. Pendanaan kegiatan ini berasal dari swadaya KUA dan kepala sekolah SD, SMP, serta SMA yang terlibat dalam gerakan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Konawe Selatan, Hamrin, menyambut baik lahirnya gerakan tersebut. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui konsep Konsel SETARA (Sehat, Cerdas, dan Sejahtera).

“Gerakan ini merupakan wujud nyata sinergi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas. Ini juga sejalan dengan semangat Konsel SETARA yang menempatkan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sebagai prioritas pembangunan daerah,” kata Hamrin.

Baca Juga :  Kepanikan bank mereda di Wall Street. Selanjutnya: Kepanikan Fed

Melalui gerakan ini, diharapkan lahir generasi muda Konawe Selatan yang mampu menjadi pelopor perubahan, memiliki karakter kuat, berwawasan luas, serta siap bersaing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.