Gandeng Baznas Sultra, Kajati Sugeng Riyanta Galang Donasi Rp10 Miliar untuk Bedah 200 Rumah di Sultra

hsupyan10@gmail.com
Gandeng Baznas Sultra, Kajati Sugeng Riyanta Galang Donasi Rp10 Miliar untuk Bedah 200 Rumah di Sultra
Gandeng Baznas Sultra, Kajati Sugeng Riyanta Galang Donasi Rp10 Miliar untuk Bedah 200 Rumah di Sultra

KENDARI, WHITEBALANCE.ID – Semangat olahraga, kepedulian sosial dan gotong royong mewarnai pelaksanaan Adhyaksa RUN 2026 yang digelar di kawasan Tugu Religi Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (13/9/2026).

Di hadapan ribuan peserta, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kajati Sultra) Dr. Sugeng Riyanta, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengajak masyarakat hidup sehat, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial melalui penggalangan zakat, infak dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Kajati Sultra mengatakan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Tenggara bersama Kementerian Perumahan akan menggagas gerakan gotong royong bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu di Sulawesi Tenggara.

Program tersebut ditargetkan menyasar 200 rumah tidak layak huni yang membutuhkan pembangunan maupun rehabilitasi, dengan alokasi anggaran sekitar Rp50 juta untuk setiap rumah.

“Selain kegiatan lari, hari ini saya ingin umumkan sedikit. Di depan Bapak-Ibu sudah ada yang dipampang besar, itu adalah murni dalam rangka kita menggalang gotong royong donasi zakat, infak, sedekah untuk kegiatan gotong royong bedah rumah,” ujar Sugeng Riyanta dalam sambutannya.

Sugeng menjelaskan, program bedah rumah tersebut dirancang sebagai gerakan sosial yang melibatkan berbagai unsur, sehingga manfaatnya diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah.

Program bedah rumah gotong royong tersebut akan dilaksanakan secara merata di 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara, dengan sasaran utama masyarakat kurang mampu yang masih tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni.

Menurutnya, pemerataan program menjadi penting agar semangat gotong royong yang dibangun bersama dapat dirasakan oleh masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

“Dilaksanakan bersama-sama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Kejaksaan, Kementerian Perumahan, dan kemungkinan seluruh pihak yang bisa bersama-sama bergerak,” jelasnya.

Kolaborasi lintas lembaga tersebut diharapkan menjadi kekuatan dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat penerima manfaat.

Dengan cakupan 17 kabupaten/kota, program ini juga diharapkan menjadi gerakan bersama masyarakat Sultra, bukan hanya program milik satu lembaga atau institusi.

Baca Juga :  Ketua DPRD Konsel Hamrin Tegaskan Raperda Perubahan Desa Jadi Fondasi Sukses Pilkades Serentak 2026

Untuk merealisasikan program tersebut, dibutuhkan dana sekitar Rp9 miliar hingga Rp10 miliar.

Kajati Sultra mengungkapkan, hingga pelaksanaan Adhyaksa RUN 2026, dana yang telah masuk melalui rekening Baznas Sultra telah mencapai sekitar Rp6 miliar, sementara sekitar Rp3 miliar lainnya telah mendapatkan komitmen dari sejumlah pihak dan diharapkan segera disalurkan.

“Hari ini dengan semangat gotong royong, yang sudah masuk di rekening Baznas ada Rp6 miliar, kurang sedikit. Kemudian yang sudah komitmen akan menyampaikan donasinya segera kurang lebih Rp3 miliar,” ungkapnya.

Dengan capaian tersebut, Sugeng Riyanta optimistis target penggalangan dana dapat terpenuhi dalam waktu tidak terlalu lama.

“Saya yakin sekitar Rp9 miliar tercapai dengan cepat. Pada saatnya nanti akan kita launching gerakan ini,” katanya.

Ia berharap dukungan masyarakat terus mengalir sehingga target pembangunan 200 rumah dapat segera direalisasikan.

Sugeng juga secara langsung mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan dan berkenan untuk berdonasi agar ikut mengambil bagian dalam gerakan tersebut.

Menurutnya, donasi dapat dilakukan dengan mudah melalui sarana pembayaran digital yang telah disediakan.

“Bapak-Ibu bagi yang berkenan ingin berdonasi, bersedekah, infak, boleh cukup membuka handphonenya. Ada QRIS di sana. Silakan beramai-ramai kita berdonasi,” ajaknya.

Ia menegaskan, gerakan bedah rumah tersebut merupakan bentuk nyata semangat gotong royong yang menjadi salah satu kekuatan bangsa Indonesia.

“Kita galang semangat gotong royong untuk saudara-saudara kita di Sulawesi Tenggara yang kurang beruntung,” tuturnya.

Lebih jauh, Sugeng menyebut gerakan tersebut sebagai bagian dari Bakti Kejaksaan untuk Sulawesi Tenggara.

“Gerakan ini adalah gerakan gotong royong. Indonesia adalah negara yang besar, tumbuh kuat karena jiwa gotong royongnya,” tegasnya.

Ketua Baznas Sulawesi Tenggara Punardin, S.Ag., turut memberikan dukungan terhadap gerakan sosial tersebut.

Punardin mengatakan, kolaborasi yang dibangun untuk mengajak masyarakat Sultra berdonasi merupakan langkah positif karena menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya mereka yang belum memiliki rumah yang layak.

“Gerakan ini untuk mengajak dan mengetuk hati warga Sultra. Ini sangat bermanfaat untuk membantu warga penerima zakat, khususnya mereka yang tidak memiliki rumah yang layak,” kata Punardin.

Baca Juga :  Twitter Memiliki Saingan baru yaitu sebuah Platform yang dibuat oleh Meta

Ia menilai, keterlibatan berbagai unsur dalam program tersebut akan semakin memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong masyarakat.

Menurutnya, dengan pelaksanaan yang mencakup seluruh 17 kabupaten/kota, program tersebut diharapkan dapat menjangkau penerima manfaat secara lebih luas dan merata sesuai kebutuhan di masing-masing daerah.

Adhyaksa RUN 2026 berlangsung meriah dan diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ketua DPRD Sultra, Kapolda Sultra, Danrem, Kabinda, serta para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tenggara.

Selain olahraga lari, panitia juga menyiapkan sejumlah hadiah dan fasilitas menarik bagi peserta, termasuk kendaraan roda dua hingga hadiah perjalanan umrah.

Bagi Kajati Sultra, semangat berolahraga dan kepedulian sosial merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan. Masyarakat diajak menjaga kesehatan sekaligus membangun kepedulian terhadap sesama.

Menutup sambutannya, Sugeng menyampaikan pesan ringan namun penuh makna kepada para peserta.

“Semoga kita semuanya sehat. Terima kasih atas partisipasinya dan semuanya semoga bahagia. Terus berlari, lari daripada berlari—berlarilah sebelum dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya disambut antusias peserta.

Momentum Adhyaksa RUN 2026 pun tidak hanya menjadi ajang olahraga dan kebersamaan, tetapi sekaligus menjadi titik awal penguatan gerakan gotong royong untuk mewujudkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

Dengan target 200 rumah, kebutuhan dana sekitar Rp9–10 miliar, serta dukungan lintas lembaga dan masyarakat, gerakan tersebut diharapkan mampu menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi bagi warga Sultra yang membutuhkan.

Untuk diketahui pelaksanaan program itu secara merata di 17 kabupaten/kota adalah penegasan bahwa gerakan bedah rumah ini diarahkan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas, sehingga masyarakat kurang mampu di berbagai penjuru Sulawesi Tenggara memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan hunian yang lebih layak.

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *