JAKARTA, WHITEBALANCE.ID – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, yang menghadiri Sawit Ekspo 2026 di Jakarta, Rabu (8/7/2026), guna memperjuangkan penguatan perkebunan rakyat, percepatan hilirisasi industri sawit, serta peningkatan kesejahteraan petani.
Dalam agenda nasional tersebut, Irham Kalenggo hadir tidak hanya sebagai Kepala Daerah, tetapi juga sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Ia didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Konawe Selatan, Samsul, S.P., M.Si.
Kegiatan yang dihadiri para kepala daerah sentra kelapa sawit, kementerian, pelaku industri, akademisi, hingga organisasi petani ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah pembangunan industri kelapa sawit Indonesia yang lebih modern, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Dalam sesi dialog nasional bertema “Sawit untuk Rakyat”, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Ali Jamil, menegaskan bahwa pemerintah pusat terus memperkuat industri kelapa sawit sebagai salah satu sektor strategis nasional yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Indonesia saat ini masih menjadi produsen kelapa sawit terbesar di dunia dengan luas perkebunan mencapai 16,83 juta hektare dan produksi sekitar 45,4 juta ton per tahun. Industri ini menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 16 juta tenaga kerja, sekaligus penyumbang devisa negara melalui ekspor dan pengembangan energi terbarukan.
Namun demikian, pemerintah juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan besar, khususnya pada sektor perkebunan rakyat yang menguasai sekitar 41 persen dari total luas perkebunan sawit nasional. Produktivitas kebun rakyat masih relatif rendah, penggunaan bibit tidak bersertifikat masih tinggi, serta masih ditemui berbagai persoalan legalitas lahan dan tata ruang.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo menyatakan dukungannya terhadap berbagai kebijakan pemerintah pusat, khususnya peningkatan bantuan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi Rp60 juta per hektare.
Menurut Irham, kebijakan tersebut menjadi peluang besar bagi daerah-daerah penghasil sawit, termasuk Konawe Selatan, untuk meningkatkan produktivitas kebun masyarakat tanpa harus membuka kawasan hutan maupun lahan baru.
“Program Peremajaan Sawit Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas perkebunan masyarakat sekaligus memperkuat kesejahteraan petani. Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan siap bersinergi agar program ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” ujar Irham Kalenggo.
Ia menambahkan bahwa pembangunan sektor perkebunan tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan produksi bahan baku, tetapi juga harus diarahkan pada pengembangan industri hilir agar nilai tambah komoditas sawit dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.
“Hilirisasi menjadi kunci peningkatan ekonomi daerah. Kita ingin petani tidak hanya menjual hasil panen, tetapi juga memperoleh manfaat dari berkembangnya industri pengolahan yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” tambahnya.
Selain penguatan sektor hulu, forum nasional tersebut juga menyoroti kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung implementasi program Biodiesel B50, penguatan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), serta pengembangan tata kelola perkebunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Konawe Selatan, Samsul, S.P., M.Si., menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat pelayanan kepada petani melalui percepatan legalisasi kebun, penguatan kelembagaan petani, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Menurutnya, legalitas perkebunan merupakan salah satu syarat penting agar petani dapat memperoleh akses terhadap berbagai program bantuan pemerintah, termasuk Program PSR maupun dukungan pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
“Kami terus mendorong percepatan penerbitan Surat Tanda Daftar Usaha Budidaya (STDB), sertifikasi lahan, serta penguatan kelembagaan petani. Legalitas menjadi fondasi penting agar petani dapat mengakses berbagai program pemerintah dan meningkatkan daya saing perkebunan rakyat,” jelas Samsul.
Ia juga mengungkapkan bahwa Konawe Selatan memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang cukup besar dengan total luas mencapai 21.969,14 hektare.
Dari jumlah tersebut, sekitar 15.954,14 hektare merupakan Perkebunan Besar Swasta (PBS) yang dikelola oleh beberapa perusahaan, yakni:
- PT Merbau Jaya Indah Raya : 12.438,40 Ha
- PT Marketindo Selaras : 1.615,00 Ha
- PT Bintang Nusa Pertiwi : 736,22 Ha
- PT Sultra Sawitindo : 651,52 Ha
- PT Tiran Sulawesi : 513,00 Ha
Sementara itu, luas Perkebunan Rakyat mencapai 6.015 hektare yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Konawe Selatan.
Untuk mendukung peningkatan produktivitas perkebunan rakyat, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan saat ini juga tengah mengajukan berbagai bantuan sarana dan prasarana kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
“Saat ini kami masih terus berkoordinasi dan mengajukan dukungan sarana-prasarana dari BPDPKS. Harapan kami, bantuan tersebut dapat segera direalisasikan sehingga mampu mempercepat peningkatan produktivitas perkebunan rakyat sekaligus memperkuat daya saing sektor sawit Konawe Selatan,” pungkas Samsul.
Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam Sawit Ekspo 2026 menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam mendukung transformasi industri kelapa sawit nasional yang lebih produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, sektor kelapa sawit diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat Konawe Selatan.
:::
Jika berita ini akan diterbitkan di media online, saya juga bisa membuatkan judul yang lebih “clickable” namun tetap sesuai kaidah jurnalistik, lengkap dengan meta description SEO, kata kunci utama, dan caption Facebook agar jangkauannya lebih luas.






Tidak ada Respon