KONAWE SELATAN, WHITEBALANCE.ID — Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mengambil langkah strategis menghadapi dampak musim kemarau yang berpotensi mengganggu ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian sekaligus mengantisipasi risiko gagal panen, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si. menyerahkan bantuan set pompa air kepada 70 kelompok tani yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Konawe Selatan.
Bantuan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut diharapkan mampu membantu petani memenuhi kebutuhan pengairan lahan, terutama di tengah kondisi kemarau yang menyebabkan sejumlah sumber air dan saluran irigasi mengalami penurunan debit.
Bupati Irham mengatakan, bantuan pompa air tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan aktivitas pertanian sekaligus bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan produktivitas pertanian ketika curah hujan mulai berkurang.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya sekadar diterima, tetapi benar-benar dipergunakan dengan baik untuk tanaman. Rawat fasilitas ini bersama-sama agar produktivitas pangan kita tetap terjaga di tengah musim kemarau,” ujar Irham dalam sambutannya.
Mantan Ketua DPRD Konawe Selatan dua periode itu juga mengingatkan seluruh kelompok tani penerima manfaat agar tidak menjadikan bantuan tersebut sebagai fasilitas yang hanya dikuasai oleh individu atau segelintir anggota kelompok.
Ia menegaskan, pompa air merupakan fasilitas kelompok yang harus dapat dimanfaatkan secara adil oleh seluruh anggota sesuai kebutuhan dan kesepakatan bersama.
“Ini bantuan untuk kelompok, bukan untuk orang per orang. Karena itu saya minta seluruh anggota kelompok dapat merasakan manfaatnya. Penggunaannya harus diatur secara bergantian dan jangan sampai hanya dikuasai oleh segelintir orang,” tegasnya.
Irham juga meminta kelompok tani menjaga dan merawat mesin pompa air yang telah diberikan. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya dibutuhkan untuk menghadapi musim kemarau saat ini, tetapi juga dapat menjadi aset pertanian yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kalau dirawat dengan baik, bantuan ini bisa digunakan dalam waktu yang panjang. Jangan setelah menerima kemudian tidak dirawat. Pemerintah memberikan bantuan ini karena ingin petani kita terbantu, produktivitas tetap berjalan, dan lahan pertanian tidak terganggu akibat kekurangan air,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati Konawe Selatan menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk memastikan pendistribusian dan pemanfaatan bantuan berjalan sesuai peruntukannya.
Pengawalan tersebut dinilai penting agar bantuan benar-benar sampai kepada petani yang membutuhkan serta memberikan dampak nyata terhadap aktivitas produksi pertanian di lapangan.
“Saya minta dinas terkait terus melakukan pendampingan dan pengawasan. Kita tidak ingin bantuan berhenti pada penyerahan saja, tetapi harus terlihat manfaatnya di lapangan,” ujar Irham.
Dengan tersebarnya bantuan pompa air pada 70 kelompok tani, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan berharap petani memiliki alternatif sumber pengairan ketika pasokan air dari hujan maupun jaringan irigasi mengalami keterbatasan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian, menjaga produksi pangan, dan mengantisipasi dampak perubahan kondisi cuaca terhadap ketahanan pangan daerah.
Pemkab Konsel melalui dinas terkait juga akan terus mengawal kebutuhan pengairan pertanian serta mendorong pemanfaatan sarana pertanian secara efektif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat menjadi solusi konkret bagi petani, sehingga aktivitas budidaya tetap berjalan dan ancaman gagal panen akibat kekeringan dapat ditekan.






Tidak ada Respon